-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Majelis Ulama Indonesia Mendesak Youtube Blokir Film Pelecehan Nabi Muhammad

Jumat, 14 September 2012 | 13.17 WIB Last Updated 2012-09-14T20:17:20Z

film Innocence of Moslem 


Salah satu adegan film Innocence of Moslem
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah cq Kemkominfo agar memblokir film ‘Innocence of Muslem’ di youtube yang jelas-jelas menghina Nabi Muhammadf SAW. Selain itu, pemerintah perlu segera bertindak agar tidak memicu kemarahan ummat muslim seperti terjadi di Yaman, Libia ,Bahrain, Mesir dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.
Ketua MUI KH Ma’ruf Amin mengemukakan hal itu kepada Harian Terbit, Jumat (14/9) pagi ketika dimintai tanggapannya terkait penanyangan film ‘Innocence of Muslem’ di youtube.com, yang menghebohkan.
“Di samping itu, MUI mengimbau ummat muslim Indonesoa diminta tidak menanggapi film tersebut secara anarkis. Kalau mau demo-demo saja secara damai. Jangan anarkis. Umat Islam tak terpancing dengan melakukan kegiatan anarkhis dalam melakukan aksi protes,” kata Ma’ruf Amin.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Saadi, menilai film Innocence of Moslem itu pelecahan terhadap Nabi Muhammad SAW. “ Ini film propaganda antiIslam yang sangat nyata. Film yang sangat melecehkan Rasulullah SAW dan Islam,” tegasnya.
Dia menambahkan, film ini bukan hanya melecehkan Islam, tetapi juga penodaan dan penistaan Islam karena dalam film ini menggambarkan betapa nabi dan Islam mendorong pemerkosaan seksualitas anak dan anarkhis.
“Film ini bisa menganggu harmonisasi kehidupan umat beragama dan memicu konflik antar umat beragama di dunia,” ungkapnya.
Karenanya, tegas Zainut yang juga Ketua DPP PPP itu, mendesak pemerintah segera melakukan antisipasi terhadap kemungkinan adanya reaksi massa akibat tayangan film ini agar tidak menimbulkan hal yang tak diinginkan.
Ia mendesak pemerintah AS memberikan hukuman pada pembuat film murahan yang sangat melukai hati umat Islam se-dunia itu.
Di Yaman warga muslim setempat Kamis (13/9), menyerang Kedutaan Besar AS di Sana’a menyebabkan tiga korban tewas setelah bentrok dengan petugas keamanan di Kedubes AS dan 30 pendemo lainnya luka-luka sebagian dalam keadaan kritius terkena peluru petugas.
Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, Kamis (13/9) meminta ma’af pada Presiden AS Barack Obama atas serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Ibu Kota Yaman, Sana’a, sementara korban jiwa akibat konflik tersebut naik jadi tiga tewas.
“Saya meminta ma’af kepada Presiden AS Barack Obama dan rakyat Amerika Serikat atas serangan agresif terhadap Kedutaan Besar AS di Sana’a,” kata Hadi di dalam pernyataan singkat sebagaimana dikutip kantor berita Yaman, Saba.
Ratusan pendemo berusia muda berpawai di luar gedung kedutaan itu sejak pagi hari, sehingga tentara melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan mereka. Namun pemrotes berhasil menembus blokade keamanan dan memanjat tembok kedutaan besar lalu membuka pintu sehingga pemrotes lain bisa masuk, kata beberapa saksi mata.
Semua perlengkapan dan mobil di dalam kedutaan besar tersebut dirusak, termasuk kendaraan lapis baja duta besar AS, sementara beberapa bagian bangunan kedutaan besar dibakar, demikian laporan keamanan yang disampaikan oleh satu tim penyelidik Yaman ke Kementerian Dalam Negeri.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Bahrain mengatakan dalam satu pernyataan film itu mencemooh ajaran agama, yang harus dihormati, serta moral dan nilai kemanusiaan.
Kementerian tersebut menyerukan pada Organisasi Kerja Sama Islam dan semua negara Islam untuk bertindak tegas terhadap praktek yang menyulut hasutan dengan menghentikan pembuatan serta penayangan film tersebut. Semua orang yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggung-jawaban, katanya.
×
Berita Terbaru Update