-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pasca Arab Spring Uskup Katolik Vatikan Membahas Cara Untuk Memurtadkan Kaum Muslim

Jumat, 26 Oktober 2012 | 23.53 WIB Last Updated 2012-10-27T06:53:05Z
HTI-Press. Para uskup Vatikan berusaha memfaatkan Arab Spring untuk memurtadkan umat Islam. Seperti yang dilaporkan AFP (Selasa, 23 Oktober, 2012)  dalam pertemuan Sinode Internasional para uskup katolik di Vatikan, yang dihadiri oleh 260 orang uskup, dibahas cara-cara untuk memurtadkan kaum Muslim setelah terjadinya Revolusi di negeri-negeri Arab.
Menurut salah seorang uskup yang telah 38 tahun menjadi uskup di Aljazari, Paul Desfarges, para pemuda Arab ingin bisa meyakini sesuatu dengan bebas, atau bahkan bebas untuk tidak meyakini sesuatu.
Isu pemurtadan kaum Muslim sebenarnya telah diangkat dalam beberapa sinode sebelumnya namun ini adalah pertama kalinya para uskup berbicara secara terbuka tentang masalah itu, menurutnya.
Desfarges mengatakan kepada wartawan bahwa telah ada beberapa orang yang masuk Kristen di keuskupannya namun dia memperingatkan, “kita tidak ingin hal ini dilakukan untuk melawan Islam.”
Pernyataan Desfarges adalah kebohongan. Kristenisasi dan gerakan misionaris di dunia Islam tidak bisa dipisahkan dari  penjajahan imperialism Barat atas dunia Islam. Gerakan misionaris dan kristenisasi digunakan oleh penjajahan untuk mengokohkan penjajahan mereka.  Keruntuhan Khilafah juga tidak bisa dilepaskan dari gerakan misionaris yang bekerja sama  penjajah.
Bahwa ada hubungan antara penjajahan dan kristenisasi ini tampak dalam sejarah Indonesia. Seperti yang ditegaskan oleh Alb C. Kruyt (tokoh Nederlands bijbelgenootschap) dan OJH Graaf van Limburg Stirum. Mereka menyatakan :  “Bagaimanapun juga Islam harus dihadapi, karena semua yang menguntungkan Islam di Kepulauan ini akan merugikan kekuasaan Belanda Kristenisasi merupakan faktor penting dalam proses penjajahan.”
Kristenisasi yang dirancang oleh Vatikan di Timur Tengah saat ini juga bertujuan sama. Mengokohkan penjajahan Barat atas Timur Tengah. Namun gerakan ini dipastikan gagal, karena umat Islam telah memiliki kesadaran politik yang tinggi. Tidak hanya itu umat Islam di Timur Tengah juga sedang bergerak menyamput era baru dengan menegakkan Khilafah Islam. (AF/RZ)
×
Berita Terbaru Update